Prinsip

Praktik Pekerjaan Sosial dalam pelaksanaan Rehabilitasi Sosial penyandang disabilitas intelektual menggunakan prinsip:

  1. Integritas;
  2. penerimaan;
  3. individualisasi;
  4. sikap tidak menghakimi;
  5. rasional;
  6. kerahasiaan;
  7. empati;
  8. ketulusan;
  9. kejujuran;
  10. penentuan nasib sendiri;
  11. nondiskriminasi; dan/atau
  12. mawas diri.

Pendekatan

Pendekatan pekerjaan sosial yang digunakan dalam rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas intelektual meliputi:

  1. Pendekatan pekerjaan sosial secara klinis

    Pendekatan bersifat individual, keluarga, dan kelompok kecil dengan pendekatan psikososial dan psikologis.

  2. Pendekatan pekerjaan sosial dengan pengembangan masyarakat

    Pendekatan yang berbasis masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi penerima pelayanan, penguatan kapasitas masyarakat dalam melakukan rehabilitasi sosial.

Metode

Praktik Pekerjaan Sosial dalam pelaksanaan Rehabilitasi Sosial menggunakan metode:

  1. individu dan keluarga

    kegiatan yang digunakan untuk membantu individu dan keluarga dalam memecahkan masalah penerima pelayanan.

  2. kelompok

    Kegiatan yang digunakan untuk mengubah perilaku individu melalui kelompok yang dibentuk secara sadar dan berinisiatif sebagai pemecahan masalah.

  3. pengorganisasian dan pengembangan masyarakat

    Upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima pelayanan dengan mengoptimalkan potensi dan partisipasi masyarakat

  4. penunjang

    Terdiri atas administrasi, aksi, kebijakan, dan penelitian sosial.

Teknik

Teknik praktik Pekerjaan Sosial dalam pelaksanaan Rehabilitasi Sosial penyandang disabilitas intelektual meliputi:

  1. Teknik Habilitasi
  2. Komunikasi

    Keterampilan dasar dalam praktik Pekerjaan Sosial untuk mengungkapan masalah, baik bersifat verbal maupun nonverbal.

  3. Terapi psikososial pada penerima pelayanan

    Teknik yang ditujukan untuk mengatasi masalah psikososial penyandang disabilitas intelektual untuk meningkatkan : ketrampilan kehidupan sehari sehari (KKS), berelasi dengan lingkungan sosial (keluarga, kelompok dan masyarakat) dan potensi diri penyandang disabilitas intelektual. Teknik yang dilakukan antara lain : terapi seni, terapi citra diri, terapi keseimbangan, terapi olah raga, terapi emosi, teknik katarsis

  4. Konseling pada penerima pelayanan

    Kegiatan menemukembangkan masalah dan menemukembangkan alternatif solusi.

  5. Pengubahan perilaku pada penerima pelayanan

    Teknik ini ditujukan pada penyandang disabilitas intelektual yang memiliki perilaku maladaptif dan diarahkan perilakunya sesuai dengan tahap perkembangannya. Penerapan teknik ini diantaranya terapi motorik, teknik memberi pujian, dan token ekonomi

  6. Manajemen kasus pada penerima pelayanan

    Teknik ini merupakan pendekatan dalam pemberian pelayanan yang ditujukan untuk menjamin agar penyandang disabilitas intelektual yang mempunyai masalah yang kompleks dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkannya secara tepat. Dalam manajemen kasus ini pekerja sosial melaksanakan peranannya sebagai manajer kasus.

  7. Penyuluhan sosial

    Suatu penyampaian informasi dan edukasi terkait dengan proses pemecahan masalah atau peningkatan taraf kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas intelektual, keluarga dan masyarakat.

  8. Pemantauan dan evaluasi

    Kegiatan pemantauan, pencatatan, evaluasi, dan pelaporan setiap perkembangan proses layanan.

  9. Supervisi

    Proses yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan Pekerja Sosial Profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

  10. Pemanfaatan sistem sumber

    Kegiatan pemanfaatan potensi dan sumber yang dapat dimanfaatkan.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Kontak Kami