Hak keagamaan untuk Penyandang Disabilitas meliputi hak:

  1. memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya;
  2. memperoleh kemudahan akses dalam memanfaatkan tempat peribadatan;
  3. mendapatkan kitab suci dan lektur keagamaan lainnya yang mudah diakses berdasarkan kebutuhannya;
  4. mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pada saat menjalankan ibadat menurut agama dan kepercayaannya; dan
  5. berperan aktif dalam organisasi keagamaan.

Pemenuhan Hak Keagamaan

Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib

  1. melindungi Penyandang Disabilitas dari tekanan dan Diskriminasi oleh pihak mana pun untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.
  2. melakukan bimbingan dan penyuluhan agama terhadap Penyandang Disabilitas.
  3. mendorong dan/atau membantu pengelola rumah ibadah untuk menyediakan sarana dan prasarana yang mudah diakses oleh Penyandang Disabilitas.
  4. menyediakan kitab suci dan lektur keagamaan lain yang mudah diakses berdasarkan kebutuhan Penyandang Disabilitas.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah mengupayakan ketersediaan penerjemah bahasa isyarat dalam kegiatan peribadatan.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Kontak Kami