Setiap orang yang mengalami keterbatasan fungsi pikir dan/atau fungsi adaptif karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata dalam jangka waktu yang lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak

Perubahan pandangan tentang kata “Mental Retardation” menjadi “Intelectual Disability” merupakan pendapat yang sangat mendasar. Disabilitas intelektual bukanlah penyakit jiwa/ mental atau yang berkaitan dengan masalah kejiwaan. Sakit jiwa/mental berkaitan langsung dengan disintegrasi kepribadian, Setiap orang mempunyai peluang untuk mengalami penyakit jiwa. Sementara disabilitas intelektual menyangkut kemampuan dan kecerdasan mereka. Kecerdasan mereka dibawah rata rata, namun mereka tetap memiliki potensi dan bahkan pada bidang tertentu mereka memiliki kelebihan.

Berdasarkan Tingkat Intelegensi / IQ

  1. Karakteristik Borderline dan Mild (Ringan)

    Standar IQ antara 52 – 79 meliputi:

    • perkembangan fungsi fisiknya agak terlambat
    • pertumbuhan (tinggi dan berat badan) dan perkembangan seksual tidak jauh berbeda dengan individu lain yang seusia
    • kurang memiliki kekuatan, kecepatan dan koordinasi; sering mengalami masalah kesehatan
    • perhatiannya kurang, sulit untuk berkonsentrasi
    • mampu melakukan keterampilan menolong dan mengurus dirinya sendiri
    • mampu bekerja asal mendapat pendampingan; kurang mampu untuk mengatur keuangan.
  2. Karakteristik Moderate (sedang)

    Standar IQ 36 – 51 meliputi:

    • masih dapat dilatih membaca dan menulis yang sangat sederhana dan bersifat fungsional
    • dapat dilatih mengurus dirinya sendiri dengan tetap mendapatkan pendampingan (makan,minum, berpakaian, mandi)
    • dapat dilatih beberapa keterampilan tertentu yang sederhana
    • dapat dilatih menyesuaikan dengan lingkungan rumah atau sekitarnya
    • kurang dapat melindungi diri, sehingga sebaiknya berada dilingkungan yang terlindung
    • mengalami kekurangan kemampuan untuk mengingat, menggeneralisasi, bahasa, konseptual, kreativitas, sehingga tugas yang diberikan kepada mereka harus sederhana, singkat dan relevan
    • diantaranya ada yang menampakan kelainan fisik yang merupakan kelainan bawaan (Down Syndrome); kurang mampu mengontrol diri (hasrat seksual, dll).
  3. Karakteristik Severe and Profound (berat)

    Standar IQ 20 – 35 meliputi:

    • tidak mampu mengurus diri sendiri
    • tidak mampu bersosialisasi atau berinteraksi dengan baik
    • sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus kebutuhan diri sendiri

Berdasarkan Fungsi perilaku adaptif / SQ

  1. Penyandang disabilitas intelektual (PDI) ringan (mild)

    Penyandang disabilitas yang memiliki kesulitan memenuhi tuntutan akademik, secara umum keterampilan komunikasi dan sosial dapat berkembang sama dengan individu lainnya ketika masa usia pra sekolah, dan mulai menunjukkan perbedaan ketika usia sekolah;

  2. Penyandang disabilitas intelektual (PDI) sedang (moderate)

    Penyandang disabilitas yang biasanya mengembangkan keterampilan komunikasi dan sosial selama awal kehidupan anak-anak saja, dan setelah masa kanak-kanak akan mengalami kesulitan perkembangan komunikasi dan sosial. Dapat dilatih untuk melakukan pekerjaan dengan pengawasan. Dapat belajar rawat diri bersifat dasar, tetapi membutuhkan pengawasan yang lebih.

  3. Penyandang disabilitas intelektual (PDI) berat (Severe dan Profound)

    Penyandang disabilitas yang mempunyai kemampuan berbicara secara komunikatif biasanya tidak dapat berkembang sejak usia masa anak-anak. Memerlukan perawatan dan perlindungan secara total dalam kehidupan sehari hari.

Tipologi atau Sudut Pandang Medis

  1. Down Syndrome

    Penyandang disabilitas intelektual yang mempunyai ciri-ciri fisik antara lain kepala kecil/besar, gepeng/panjang mata sipit, dahi sempit, hidung pesek, bibir tebal cenderung terbuka, rambut lurus kejur dan tebal , sendi-sendi tulang pendek, penis dan scrotum cenderung kecil, (buku jempol tangan cenderung pendek, ruas jari gemuk, jarak alis dekat, badan cenderung gemuk gembyor

  2. Cretinisme/stanted

    Penyandang disabilitas intelektual yang mempunyai penampilan tubuh kecil dan pendek dari ukuran orang-orang seusianya.

  3. Microcephali

    Penyandang disabilitas intelektual dengan bentuk kepala kecil dari ukuran orang-orang seusianya.

  4. Macrocephali

    Penyandang disabilitas intelektual dengan bentuk kepala besar . dari ukuran orang-orang seusianya.

  5. Schapochepali

    Penyandang disabilitas intelektual dengan bentuk kepala gepeng.

  6. Penyandang disabilitas intelektual lain

    Penyandang disabilitas intelektual yang tidak memiliki ciri fisik tertentu secara mencolok, khususnya ditemukan pada disabilitas intelektual ringan.

  1. Faktor-faktor Sebelum dilahirkan (prenatal)
    • Kurang cerdas bawaan karena keturunan. Hal ini terjadi karena perkawinan satu kelompok orang yang ber-IQ rendah, mental retardasi, jenis ini biasanya ringan.
    • Penyakit berat dan tekanan kehidupan emosional yang di-alami, saat ibunya sedang mengandung.
    • Penyakit infeksi yang pada awal pertumbuhan janin, misalnya TBC, rubella, siphilis.
    • Kelainan kromoson, kelainan dalam jumlah maupun bentuknya (akan lahir mongolisme atau down-syndrome)
    • Penyinaran dengan sinar rontgent dan radiasi
    • Bahan kontrasepsi dan usaha abortus
    • Obat-obatan atau jamu tertentu yang diminum oleh ibu, terutama ibu yang sedang hamil muda.
    • Benturan/desakan kuat sewaktu janin dalam kandungan, misalnya: ibu terjatuh.
    • Kerusakan sel pada zat benih (sperma, ovum)
  2. Faktor-faktor Waktu Dilahirkan (natal)
    • Prematur, minim berat waktu lahir, tulang tengkorak yang masih lemah sudah terluka.
    • Proses kelahiran yang lama, hingga kekurangan O2 dalam waktu melahirkan.
    • Proses kelahiran yang sulit dan mempergunakan alat. Kepala bayi bisa terjepit dan terdapat tekanan yang mengakibatkan pendarahan.
  3. Faktor-faktor Setelah Dilahirkan (postnatal)
    • Terserang penyakit berat, seperti demam tinggi yang diikuti dengan kejang)
    • Radang otak (encephalitis) dan radang selaput otak (meningitis).
    • Gangguan metabolisme pertumbuhan.
    • Kekurangan gizi yang berat dan lama pada masa anak- anak umur di bawah 4 tahun sangat mempengaruhi perkembangan otak, keadaan ini dapat diperbaiki sebelum anak berusia 6 tahun.
    • Akibat gangguan jiwa yang berat yang diderita dalam masa anak-anak.
    • Faktor-faktor sosial budaya (yang berhubungan dengan penyesuaian diri).
    • Akibat depresi lingkungan dapat timbul karena kurangnya komunikasi verbal.
    • Jatuh/benturan kepala yang mengakibatkan kerusakan otak.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Kontak Kami