Dukungan Sosial dan Aspek-Aspeknya

“Social supports is information from others that one is loved and cared for esteemed and valued, and part of network of communication and mutual obligation”, Taylor (2009:518). Dukungan sosial menurut Katc dan Kahn (2000), adalah perasaan positif, menyukai, kepercayaan, dan perhatian dari orang lain, yaitu orang yang berarti dalam kehidupan individu yang bersangkutan, pengakuan, kepercayaan seseorang dan bantuan langsung dalam bentuk tertentu. Dari kedua pengertian dukungan sosial tersebut, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial merupakan dukungan yang membuat seseorang merasa dicintai dan dibutuhkan, sehingga dukungan sosial merupakan sebagian dari keperluan dasar bagi seseorang individu.

Keluarga sebagai lingkungan terdekat menjadi bagian penting yang dapat memberikan dukungan sosial kepada penyandang disabilitas. Pentingnya dukungan sosial keluarga bagi anak disabilitas dikemukakan Somantri (2007), ibu bapak dan keluarga merupakan lingkungan pertama dan juga terdekat yang dapat menjadi sumber dukungan yang alamiah bagi anak disabilitas. Dukungan keluarga dan lingkungan merupakan sistem dukungan yang dapat mengurangi risiko depresi dan tekanan dalam kalangan penyandang dissbilitas fisik (Turner & Noh, 1988). Dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan dapat menjadi faktor penting yang mendukung perkembangan anak disabilitas Rini Hartini Rinda ( 2014). Keadaan tersebut dapat difahami karena lingkungan sosial yang memberi dukungan kepada anak-anak disabilitas akan memberikan suasana kondusif, sehingga anak merasa diterima dan dibantu. Keadaan ini dapat memberikan lingkungan yang sangat baik bagi perkembangan anak disabilitas.

Dukungan sosial yang diberikan kepada seseorang, seharusnya dapat dirasakan oleh orang tersebut. Sejalan dengan pendapat Sarason (1992) yang mengemukakan bahwa dukungan sosial dapat tersedia atau bermanfaat bagi seseorang sangat tergantung kepada persepsi seseorang yang menerima sumber-sumber tersebut. Komproe, et. al. (1997), Ashley (2002) mengemukakan bahwa perbedaan antara dukungan sosial yang diterima dan orang yang menerimanya merasakan dukungan tersebut adalah akibat yang penting bagi kesehatan mental seseorang dan kesejahteraan. Santrock (2006), mengemukakan dukungan sosial yang paling berpengaruh adalah dukungan sosial dari keluarga dan rekan sebaya. Lebih lanjut lagi Cutrona dalam Houston dan Dolan, menjelaskan salah satu faedah utama dari dukungan keluarga dan teman adalah penyesuaian yang mungkin dilakukan sesuai dengan keperluan terhadap jenis dukungan. Cutrona menyebutnya ‘optimal matching’ of social support (Houston & Dolan, 2008 : 462).

Bentuk Dukungan Sosial

Apakah bentuk dukungan sosial ?. Sarafino (2001) membagi dukungan sosial dalam lima bentuk, sebagai berikut:

  1. Dukungan instrumental (instrumental support);
  2. Dukungan informasi (informational support);
  3. Dukungan emosi (emotional support);
  4. Dukungan pada harga diri (esteem support);
  5. Dukungan dari kelompok sosial (support from social group).

Dukungan sosial keluarga bagi penyandang disabilitas dapat memuat beberapa aspek sebagai berikut:

1. Dukungan Instrumental (instrumental support)

Dukungan ini meliputi penyediaan dukungan jasmaniah seperti pelayanan, bantuan finansial dan material berupa bantuan nyata, suatu kondisi dimana benda atau jasa akan membantu memecahkan masalah praktis, termasuk di dalamnya bantuan langsung, seperti saat seseorang memberi atau meminjamkan uang, membantu pekerjaan sehari-hari, menyampaikan pesan, menyediakan transportasi, menjaga dan merawat saat sakit ataupun mengalami depresi yang dapat membantu memecahkan masalah.

Apa yang bisa dilakukan oleh keluarga ?

  • Membantu pekerjaan sehari-hari, membantu kesulitan beraktifitas, menyediakan transportasi, mengantar saat sakit, mengantar suatu keperluan
  • Keadaan ekonomi keluarga yang terbatas membuat keluarga harus pandai dalam mengatur keuangan untuk dapat memenuhi keperluan
  • Hal utama adalah perlu memperhatikan keperluan dasar seperti makanan, pakaian, kesehatan, ruang, pendidikan.
  • Apabila memungkinkan ditambah untuk akses pada pelayanan, pada pengisian waktu luang, pada hobi dan rekreasi

2. Dukungan Informasional (informational support)

Jenis dukungan ini meliputi jaringan komunikasi dan tanggung jawab bersama, termasuk di dalamnya memberikan solusi dari masalah, memberikan nasehat, pengarahan, saran, atau umpan balik tentang apa yang dilakukan oleh penyandang disabilitas. Keluarga dapat menyediakan informasi dengan menyarankan tentang dokter, terapi yang baik, atau latihan keterampilan yang perlu dilakukan. Pada dukungan informasi ini keluarga sebagai penghimpun informasi dan pemberi informasi. Jenis dukungan ini meliputi jaringan komunikasi bersama, termasuk di dalamnya memberikan solusi dari masalah, memberikan nasehat, pengarahan, saran, atau umpan balik tentang apa yang dilakukan oleh penyandang disabilitas. Keluarga sebagai penghimpun informasi dan pemberi informasi.

Apa yang dapat dilakukan oleh keluarga ?

  • memberikan perhatian dengan memberi informasi, nasihat, petunjuk atau saran.
  • Petunjuk/arahan bagaimana harus menghadapi situasi
  • Petunjuk bagaimana melakukan aktivitas sesuai dengan keterbatasan karena kedisabilitasannya
  • Saran bagaimana mengisi waktu luang, mengambil pengembangan minat dan bakat

4.Dukungan emosi (emotional support)

Dukungan emosi intinya refleksi kasih sayang yang membuat perasaan nyaman, merasa dicintai, bantuan dalam bentuk semangat, empati, rasa percaya dan perhatian. Pentingnya dukungan emosi dari orang-orang terdekat akan membantu memulihkan tingkat kepercayaan diri penyandang disabilitas sehingga akan membuat penyandang disabilitas merasa aman, nyaman dan menimbulkan kembali gairah hidup mereka. Menumbuhkan kembali semangat hidup dan rasa percaya diri pada penyandang disabilitas yang akan mampu mengurangi tingkat emosi penyandang disabilitas itu sendiri.

Apa yang dapat dilakukan oleh keluarga ?

  • Keluarga dapat menunjukkan perhatian dan kasih sayang dengan cara mengajak bercakap-cakap sehari-hari berkaitan aktivitas mereka.
  • Bercerita hal yang menyenangkan, tertawa bersama, menyentuh dengan memeluk dan mencium.
  • Keluarga memperhatikan keluhan atau mendengarkan keluhan atau kesedihan dengan menunjukkan empati .
  • Keluarga memberkan hiburan bila bersedih

5. Dukungan pada harga diri (esteem support)

Dukungan ini memberikan penghormatan yang positif, memberikan pernyataan setuju, pujian dan penilaian positif terhadap ide-ide, perasaan dan penampilan penyandang disabilitas. Dukungan pada harga diri ditujukan untuk menghargai martabat penyandang disabilitas sebagai manusia yang memiliki kesetaraan dalam pemenuhan hak-hak.

Apa yang dapat dilakukan oleh keluarga ?

  • Keluarga dapat memberikan semangat dengan kata-kata yang memberi semangat, memberikan dukungan
  • Keluarga dapat memberikan pujian dan menunjukkan kebanggaan apabila penyandang disabilitas berhasil melakukan sesuatu atau bersikap baik, misalnya mampu melakukan ADL tanpa bantuan.
  • Keluarga selalu berucap yang baik, menghindari kata-kata buruk yang dapat menjatuhkan harga diri

6.Dukungan dari kelompok sosial/lingkungan (support from social group)

Dukungan ini merupakan jati diri seseorang bagian dari lingkungan sekitar. Dukungan ini diperoleh individu karena adanya tindak balas dan perhatian dari lingkungan. Dukungan ini membuat individu merasa diterima dan menjadi bagian komunitas.

Apa yang bisa dilakukan oleh keluarga ?

  • Keluarga mengupayakan agar penyandang disabilitas memiliki relasi interaksi dengan lingkungan
  • Keluarga perlu menjalin kedekatan hubungan tetangga
  • Mengajak penyandang disabilitas keluar rumah dan berinteraksi
  • Keluarga mengundang tetangga atau tokoh masyarakat seperti guru ngaji/pekerja sosial masyarakat sehingga mereka dapat bercakap dan memberi dukungan kepada anggota keluarga yang disabilitas

Dukungan sosial keluarga seperti yang telah diuraikan di atas dapat menjadi kekuatan bagi penyandang disabilitas untuk membuat hidup mereka lebih bermakna. Seseorang yang mendapatkan dukungan sosial dapat memiliki “tenaga tambahan” untuk bertindak atau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan atau keperluannya. Keadaan tersebut berlaku karena dukungan sosial menjadi sumber motivasi ekstrinsik yang mendorong sesuatu tindakan/kegiatan, memberikan kekuatan yang mengarah kepada pencapaian tujuan. Penguatan dukungan sosial keluarga merupakan satu kebutuhan penting agar keluarga sebagai lingkungan terdekat bagi anggotanya, dapat menjadi sistem sumber alamiah yang potensial mendukung peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas.


Refferences

  • Ashley D Faber and Stanley Wasserman. (2002). Social suport and social networks. Vol 8. USA: Emerald Group.
  • Cutrona CE. (2000). Social support principles for strengthening families: messages from America. In Family Support: Direction From Diversity. Canavan J, Dolan P, Pinkerton J (eds). Jessica Kingsley: London;103–122.
  • Houston, S and Dolan, P. (2008). Conceptualising child and family support: the contribution of Honneth’s Critical. School of Sociology, Queen’s University of Belfast, Belfast. Children & Society vol. 22, (2008) pp. 458–469.
  • Komproe.I.H., Rijken, M., at all .(1997). Available support and received support : different effects under stressfull circumstance. Journal of Social and Personal Relationship.
  • Rini Hartini Rinda A. (2014). Implikasi Dukungan Sosial Ibu Bapa dan Persekitaran terhadap Perkembangan Kanak-Kanak Cacat Fizikal. University Sains Malaysia

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Kontak Kami