Sejarah

"Belajar Menerima Bahwa Kami Berbeda, 2012"

Sebelumnya digunakan istilah cacat/handicap untuk mengungkapkan konsep kekurangan permanen pada fisik dan/atau mental yang menjadikan seseorang terhambat dalam melakukan sesuatu dengan cara keumuman orang. Cacat/handicap dinilai berkonotasi negatif karena dikaitkan dengan kondisi sakit, keterhambatan, ketidakberdayaan, penderitaan dan kebermasalahan sehingga berdampak pada diskriminasi penyandangnya. Dalam rangka meluruskan pemaknaan negatif tersebut gerakan aktifis penyandang cacat/handicap menggadopsi istilah difabel. Dikalangan akademisi pendidikan khusus digunakan istilah disabilitas (selain untuk meluruskan pemaknaan negatif juga untuk meluruskan peristilahan).

Catat/Handicap

Tinjauan Kebahasaan

Secara bahasa, cacat bukan kata yang dapat disejajarkan dengan handicap. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cacat dimaknai sebagai kondisi ketidaksempurnaan, kondisi ini bersifat permanen. Handicap bermakna ketidakmampuan akibat faktor lingkungan, kondisi ini bersifat sementara. Handicap terjadi pada setiap orang, misalnya seorang turis yang berkunjung ke Cina tanpa berbekal pengetahuan bahasa Cina akan mengalami handicap dalam menentukan arah perjalanan dikarenakan petunjuk jalan di Cina menggunakan huruf Cina.

Difability

Tinjauan Kebahasaan

Difability adalah akronim dari; “different ability” (=keberbedaan kemampuan) (Belajar Menerima Bahwa Kami Berbeda, 2012) yang merupakan istilah berbahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris difability digunakan sebagai kata tunggal, jika jamak menjadi difabilities. Di Indonesia difability diserap menjadi difabel untuk penggunaan tunggal atau jamak, jika jamak maka digunakan kata penyerta dan kata penghubung “anak-anak dengan…” atau “orang-orang dengan…”. Dalam bahasa Indonesia, kata difabel (merupakan kata benda) jika diiringi kata benda menjadi difabilitas (karena menjadi kata sifat).

Makna Istilah

Istilah difabel dimaknai sebagai istilah yang ditujukan bagi pengakuan atas keberbedaan kemampuan yang dimiliki oleh semua orang apapun kondisinya. Berdasarkan makna tersebut istilah difabel mengandung makna keberbedaan yang luas karena seluruh manusia pastilah berbeda-beda kemampuannya.

Disability

Tinjauan Kebahasaan

Merupakan istilah bahasa Inggris berasal dari kata ability (=kemampuan) dan imbuhan dis (untuk menyatakan ketiadaan bagi kata dasarnya) sehingga diartikan dengan ketidakmampuan. Dalam bahasa Inggis disabilitydigunakan sebagai bentuk tunggal, untuk bentuk jamak digunakan disabilities. Di Indonesia, istilah disabilitydiserap menjadi disabilitas untuk penggunaan tunggal atau jamak. Jika jamak maka digunakan kata penyerta dan penghubung “anak-anak dengan…” atau “ orang-orang dengan…”.

Makna Istilah

Istilah disabilitas dimaknai sebagai ketidakmampuan sebagai akibat dari impairment (=gangguan fungsi atau struktur tubuh [WHO, 2001]). Atau, disabilitas merupakan istilah yang memayungi hambatan/ketidakmampuan dalam aktifitas pribadi/kemampuan pribadi dan keikutsertaan dalam hubungan social/kemampuan sosial sebagai akibat dari impairment (WHO, 2001). Secara makna istilah ini bersifat khusus, yakni mengerucut pada hal tertentu sehingga tepat untuk dirujuk secara khusus bagi hal yang sebelumnya disebut sebagai kecacatan.

Definisi Lain

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia penyandang diartikan dengan orang yang menyandang (menderita) sesuatu (Moeliono, 1989). Sedangkan disabilitas merupakan kata bahasa Indonesia yang berasal dari kata serapan bahasa Inggris disability (jamak: disabilities) yang berarti cacat atau ketidakmampuan. Dan difabel juga merupakan kata bahasa Indonesia yang berasal dari kata serapan bahasa Inggris different people are merupakan manusia itu berbeda dan able yang berarti dapat, bisa, sanggup, mampu (Echols & Shadily, 1976).

Menurut WHO (1980) ada tiga definisi berkaitan dengan kedisabilitasan, yaitu impairment, disability, dan handicap. Impairment adalah kehilangan atau abnormalitas struktur atau fungsi psikologis, fisiologis atau anatomis. Disability adalah suatu keterbatasan atau kehilangan kemampuan (sebagai akibat impairment) untuk melakukan suatu kegiatan dengan cara atau dalam batas-batas yang dipandang normal bagi seorang manusia. Handicap adalah suatu kerugian bagi individu tertentu, sebagai akibat dari suatu impairment atau disability, yang membatasi atau menghambat terlaksananya suatu peran yang normal.

Konferensi Ketunanetraan Asia di Singapura pada tahun 1981 yang diselenggarakan oleh International Federation of The Blind *(IFB) dan *World Council for the Welfare of The Blind (WCWB), istilah “diffabled” diperkenalkan, yang kemudian diindonesiakan menjadi “difabel”. Istilah “diffabled” sendiri merupakan akronim dari “differently abled” dan kata bendanya adalah diffability yang merupakan akronim dari different ability yang dipromosikan oleh orang-orang yang tidak menyukai istilah “disabled” dan “disability”. Di samping lebih ramah, istilah “difabel” lebih egaliter dan memiliki keberpihakan, karena different ability berarti “memiliki kemampuan yang berbeda”. Tidak saja mereka yang memiliki kedisabilitasn yang “memiliki kemampuan yang berbeda”, tetapi juga mereka yang tidak memiliki ketunaan juga memiliki kemampuan yang berbeda.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa difabel adalah suatu kemampuan yang berbeda untuk melakukan suatu kegiatan dengan cara atau dalam batas-batas yang dipandang normal bagi seorang manusia.


Sumber :

  • Moeliono, A. M. 1989. “Diksi atau Pilihan Kata”. dalam Kembara Bahasa Kumpulan Karangan Tersebar. Jakarta: Gramedia.
  • Echols & Shadily. 1976. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  • WHO (1980) ada tiga definisi berkaitan dengan kedisabilitasan
  • Konferensi Ketunanetraan Asia di Singapura pada tahun 1981 yang diselenggarakan oleh International Federation of The Blind (IFB) dan World Council for the Welfare of The Blind (WCWB)

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Kontak Kami