Keluarga merupakan sumber dukungan sosial yang sangat alamiah. Dukungan sosial tersebut sangat dibutuhkan agar anak merasa dicintai, berharga, diperhatikan, serta menjadi bagian yang sangat berarti di dalam keluarga. Dukungan sosial dibutuhkan agar anak mendapatkan sumber motivasi yang mendorong tindakan atau kegiatan dalam mencapai tujuan. Dapat dibayangkan, betapa menyedihkannya hidup seorang Anak Penyandang Disabilitas tanpa dukungan sosial dari orang tua, kelurga dan lingkungan terdekatnya.

Forum Komunikasi Keluarga untuk Anak Penyandang Disabilitas (FKKAPD) sebagai sebuah wadah yang beranggotakan orang tua dan keluarga anak penyandang disabilitas serta pihak lain yang memiliki perhatian dan kepedulian pada isu disabilitas, telah menjadi sebuah kebutuhan bagi orang tua dan masyarakat. Melalui Forum inilah keluarga dapat saling bertukar informasi, pengalaman, pengetahuan serta dukungan, karena sesuai fungsinya keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi individu.merupakan sarana untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, kesadaran dan keterampilan bagi keluarga untuk menangani Anak Penyandang Disabilitas. Forum ini juga dapat menjadi wadah untuk mengintegrasikan berbagai potensi yang ada di dalam keluarga, masyarakat maupun yayasan atau lembaga yang peduli terhadap Anak Penyandang Disabilitas . Berkomunikasi dan saling berbagi informasi tentang penanganan Anak Penyandang Disabilitas merupakan salah satu hal penting bagi para orang tua agar memperoleh pengetahuan baru tentang perawatan dan pengasuhan yang baik bagi anaknya sehingga Anak Penyandang Disabilitas mampu lebih berfungsi sosial dalam hidupnya.

Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas telah mengadakan kegiatan Evaluasi dan Koordinasi Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas dan LKS yang berlangsung pada tanggal 10-13 Mei 2017 di Hotel D’Anaya Bogor dan dihadiri oleh peserta dari FKKAPD dan LKS Se-Jawa Banten. Kegiatan ini bertujun untuk mengkoordinasikan semua kegiatan yang terkait dengan program kegiatan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota, mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan, meningkatkan pemahaman dan informasi para pemangku kepentingan yang terdiri dari pengurus FKKAPD dalam penyelenggaraan program serta penyamaan persepsi bersama antara Pusat, Tingkat I dan Kabupaten/Kota sehingga output yang diharapkan juga akan sama.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini salah satunya adalah Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi yang merupakan seorang psikolog klinis. Materi yang disampaikan mengenai Deteksi dan Intervensi Dini terhadap Penyandang Disabilitas Intelektual, Deteksi dini merupakan usaha-usaha untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan / kerusakan fisik atau gangguan perkembangan mental atau perilaku anak yang dapat menyebabkan disabilitas secara dini dengan menggunakan metode perkembangan anak. Deteksi dini dilakukan dengan melihat tahap perkembangan normal dan penyimpangan apa yang terjadi pada anak. Deteksi dini ini sebaiknya dipahami oleh seluruh orang tua agar mengurangi resiko anak mengalami kedisabilitasan. Selain itu orang tua harus dapat memahami tahap perkembangan serta kemampuan apa yang harus dimiliki anak pada usia tertentu. Materi deteksi dan intervnesi dini ini sangat menarik bagi seluruh peserta yang begitu antusias mencermati materi yang disampaikan dan banyaknya peserta pertanyaan yang diajukan serta dialog interaktif Antara narasumber dan peserta.

Narasumber lainnya adalah Rini Hartini Rinda, Ph.D dan Meiti Subardhini. Ph.D yang merupakan tenaga pengajar – Lektor Kepala di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Materi yang disampaikan adalah Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas serta Penguatan Dukungan Keluarga bagi Penyandang Disabilitas. Materi tentang Rehabilitasi Sosial yang disampaikan terkait metode dan teknik dalam rehabilitasi sosial seperti konseling (casework), contoh teknik dalam bimbingan sosial kelompok, dan bimbingan vokasional. Selain itu, peserta juga dilatih untuk melatih kekuatan dan kelemahan internal (klien) serta kekuatan dan kelemahan lingkungan klien melalui Saleeby’s Strength and Barriers Model. Semua peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi mengenai salah satu kasus yang akan diasesmen melalui tools asesmen tersebut dan kemudian mempresentasikannya.

Melalui pertemuan Evaluasi dan Koordiansi Forum Keluarga seperti ini diharapkan dapat menginspirasi Forum keluarga di daerah lain untuk semakin bersinergi dalam menyebarkan pemahaman dan pengetahuan bahwa Anak Penyandang Disabilitas membutuhkan dukungan sosial berupa cinta dan kasih dari keluarga, sehingga Anak Penyandang Disabilitas dapat mengaktualisasikan dirinya serta tercapailah amanah Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Kontak Kami